Quote

Masa-masa kuliah itu saya bahagia jasmani dan rohani, masa-masa sekarang kok rasanya saya cuma bahagia jasmani aja ya? Astaghfirulloh. Mungkin saya kurang bersyukur T_T

Advertisements
Image

Hujan di Gonilan

Hujan masih sibuk dia. Jadi belum bisa mampir ke sini.

Sabar deh..

Welcome back, Broh..

Beberapa waktu yang lalu saya dikejutkan dengan telefon masuk di henpon saya. Seorang sahabat saya yang sudah setahun pergi mengabdi ke antah berantah kembali lagi ke Solo. Ahh.. bahagia saya mendengar telefon darinya. “Wid, aku neng Solo”.

Sepulang nge-Les, saya langsung ke Solo menemui sahabat terkece saya itu. Hal pertama yang terlintas dipikiran saya ketika melihat dia pertama kali adalah, “Masih sama”. Tak banyak yang berubah darinya. Masih sama seperti setahun yang lalu. Masih sama, masih terlihat kece. Masih kece banget malah. (Banyak-banyak saya puji ini, biar kalau saya mau apa aja ntar langsung dituruti sama dia. Haha..)

Sebenarnya saya menantikan banyak cerita darinya. Tapi entah kenapa, pada pertemuan kami kemarin, sepertinya malah lebih banyak saya yang bercerita. Hei, saya menantikan cerita setahun mu di sana Broh.. Kapan mau cerita panjang lebar kali tinggi?

you know something? Bertemu dengan dia lagi, kembali menyadarkan saya bahwa saya tidak sendiri (namanya manusia, pikirannya suka kemana-mana. Kadang sampai pada titik dia merasa “I’m alone” masa-masa dia galau gundah gulana). Ternyata saya masih punya banyak orang yang menyayangi saya. Terima kasih Tuhan. Terima kasih.

Gara-gara dia juga, hasrat pecicilan saya kambuh lagi. Ahh.. saya pengen nginep Solo lagi. Nongkrong-nongkrong kaya anak kuliahan yang kabur dari tugas-tugasnya. Maen ke sana kemari berasa gak ada beban. Ngobrol ngalor ngidul sampai lewat tengah malam. Mblusuk sana mblusuk sini, gak peduli badan lagi gak fit, yang penting main aja pikirannya. Ahh..

Tapi balik lagi, harus inget umur. Ini udah bukan waktunya buat main-main lagi, katanya. T_T

*ini tulisan belum selesai. Masih nunggu cerita dari yang habis mengabdi tuh, entah kapan mo cerita dia*

Nemu Tulisannya Mas Gun: “Pertemuan Jodoh”

Pernahkah dalam satu waktu dalam hidup kita, kita merasa bertemu dengan jodoh kita?

Jodoh tentu saja tidak hanya tentang perkara seseorang yang akan menjadi pasangan hidup kita, lebih luas dari itu jodoh adalah teman baik, keluarga dekat, dan orang-orang dimuka bumi ini yang ditakdirkan bertemu dengan kita pada suatu ketika dan menyentuh perasaan kita dengan persahabatan, dengan kebaikan, dan dengan apapun yang membuat kita merasa nyaman berada di dekat mereka.

Pernah satu kali dalam kesempatan hidup, aku bertemu seseorang yang sama sekali tak pernah aku kenal. Mengenal sebentar dan kemudian aku merasa seperti menemukan diriku sendiri pada dirinya.

Ini seperti ketika kita bercermin, kita menemukan diri kita sendiri pada sisi yang berlawanan. Memperlihatkan apa yang sebenarnya tampak dalam diri kita. Lebih dari itu, kita mengetahui pikiran orang dalam cermin karena memang dialah diri kita.

Masing-masing kita memang diciptakan dalam kehilangan, hidup adalah sebuah pencarian yang panjang. Pencarian kepingan-kepingan diri kita yang hilang tercecer dan berada pada orang lain.

Kadang kita mengenal diri kita sendiri justru dari orang lain. Kadang kita justru melihat diri kita ada pada orang lain. Bagi yang menemukan pasangan hidup, dia justru merasa utuh ketika berdua, bukan ketika seorang diri.

Hidup adalah sebuah pencarian diri sendiri, kita akan selalu membutuhkan orang lain untuk melengkapi cerita kita masing-masing. Itulah jodoh kita. Orang-orang yang melengkapi cerita kita menjadi utuh. Yang memperkenalkan diri kita kepada kita sendiri.

Aku pun begitu, aku mengenal diriku sendiri justru ketika aku berusaha keras mengenalmu 🙂