“Kontrakol”

Pagi tadi bangun dari kasur langsung mengaduh-aduh. Seluruh badan rasanya sakit semua. Paha sama kaki pada memar. Duuhhh.. ini gegara main kontrakol sama cahbocah kemarin pasti (efek gak pernah olah raga juga).

image

Kontrakol itu permainan yang terdiri dari 2 tim, satu tim yang main satu lagi tim yang jaga. Alatnya pakai pecahan genting ditumpuk terus dilempar pakai bola kasti. Nanti tugas tim yang main adalah menata kembali tumpukan gentingnya, tapi kita harus bisa meloloskan diri dari lemparan bola tim penjaga, kalau gak kita bisa mati.

Ini permainan mengajarkan kita tentang kejujuran, tentang suportifitas. Tentang bekerja sama, bagaimana tak tik dan kerjasama kita supaya tim kita bisa menang. Tentang melatih fokus, bagaimana kita bisa membidik sasaran dengan tepat, tentang kecekatan dan ketepatan serta tentang menerima kekalahan.

Dimana lagi ada guru yang mau maen kontrakol bareng sama anak-anaknya? haha.. walaupun saya jadi serba salah. Kalau menang saya jadi rebutan kedua tim. Kalau kalah saya yang disalahkan *menyedihkan tapi menyenangkan*

Oh iya, habis maen kontrakol sama cahbocah kelas 1&2 kemarenkan saya gantian maen perang-perangan sama Dayan. Duel satu lawan satu sama Dayan. Ya bener jadi memar semua -_-“

Advertisements

The Chick’s Story: 2nd Week

Setelah Senin kemarin cahbocah Barito kehilangan 5 ekor anak ayam warna-warni, ditambah kabar 2 ekor anak ayam Tyas yang dibawa pulang ternyata juga berakhir menyedihkan. Dan hari ini kita berduka lagi. Kali ini bukan karena kedinginan/ kelaparan/ di buru tikus, tapi karena *dengan nada masih agak terpukul*, tadi pagi Fatih, si bocah paling kecil di sekolah. Dia telah melakukan tindakan yang cukup membuat kami shock. Si ayam kuning telah menjadi korban Fatih dan kayunya. Benar-benar menyedihkan. Dari 18 ekor anak ayam, sekarang tinggal 6 ekor. Semoga kalian bertahan, Nak.

image

Ini foto terakhir korban dan tersangka yang diambil beberapa saat sebelum kejadian.

Cerita Tentang Ayam

fahriIni si Fahri, saya kasih tugas bikin cerita tentang ayamnya, tapi dia bikin cerita pas fahri bikin kandang ayam. It’s okelah..

2 minggu yang lalu. Aku, adik, ayah sedang membuat kandang ayam bersama sama, Aku membantu ayah. Ayah menyuruh aku membantu untuk mengukur kayu yang akan dibuat kandang ayam yang akan di bawa ke sekolah. Aku membantu ayah menggraji.

Kalo yang ini ceritanya si Frinda.
FRINDAA

“anak ayamku”

Aku hari Senin DaPet tugAS membAwA kanDang AyAm. PaDa malam harinya aku Dan Abi membuat kanDang AyAm Dari kerDus aku malu nyAmpek Sekolah. SoalnyA temAn yang lain SoalnyA Bagus-Bagus. UntungnyA mBAk WiD Dan mbAk YuL. Kata mbAk YuL gak ApA-ApA.

BesoknyA Aku bAwA SePeDA ke Sekolah untuk beli AyAm ke PAsAr tanjung. Teman-teman tiDak bAwa SePeDa JadinyA kepasAr Digoncengin mbak Wid.

Aku beli ayam Dua ekoR ping Dan hijau. Sampek SekolaH ayam aku taro Di kanDang rasya. kanDangku Di Pake Tyas.

*yang lainnya menyusul belum sempet ke photo*

Mbolang @Pasar Kembang

Tadi saya nemenin cahbocah kelas 4 outing ke Pasar Nongko sama Pasar Kembang. Karena mobilnya gak muat, alhasil saya, Mbak Ida, sama mbaknya Dhuril (Dila kalau gak salah namanya), kita motoran. Berasa jadi paspampers ini. Jadi pengawalnya cahbocah.

Di jalan Mbak Ida cerita soal Mas jefri. Dari A sampai Z. Sesekali juga cerita jaman Mbak Ida masih kuliah. Sambil dengerin Mbak Ida yang cerita *berasa didongengin* saya jadi kepikiran, “Seru deh, bisa nikah sama orang yang sejiwa, sepemikiran, seselera, seminat. Bisa kerja bareng-bareng, bener-bener ngerintis mimpi dari nol bareng-bareng. Duhh..”. *oke abaikan*

Sampai di tujuan pertama, yaitu Pasar Nongko. Saya teringat ketika dulu sama temen-temen kuliah blusukan ke sini buat nyari media tanam buat tugasnya Bu Novi. Ahhh.. masa lalu.

pasar nongko

Di sini cahbocah dapet tugas buat observasi semua tanaman yang ada di sini, namanya, jenisnya, harganya, dll. Yang agak gimana adalah ketika si Abi mau beli bunga. Dia itu gengsinya kayaknya tingkat dewa deh. Abi pengen beli anggrek. Yang harganya sekitaran Rp 100.000an ke atas. Gak saya ijinin. Kan juga dari awal udah di kasih tahu maksimal uang yang dibawa itu Rp 15.000. Toh kalau mau beli bungakan juga masih banyak bunga bagus-bagus yang gak segitu pula harganya. Cahbocah yang lain pada sumringah, excited banget mereka mereka cerita kalau berhasil menawar harga, ada yang harga awalnya Rp 30.000 ditawar jadi Rp 25.000, ada yang Rp 10.000 jadi Rp 7.500, ada yang dikasih murah terus di suruh doain penjualnya biar bisa naik haji. Saya sama Mbak Ida cuma senyum-senyum, padahal itu kalau ditawar lebih rendah lagi pasti juga di kasih *jiwa mbok-mbok mulai keluar*.

Lagi. Ada ibu-ibu pembeli yang protes sama kita. Ibunya bilang, “Mbak apa di sekolah itu gak ada tanaman kaya gini to? kok pada ke sini ki? Kan kasian penjualnya, kalau tanamannya dipegang-pegang sama anak-anak”. Saya jawab pakai senyum, “Ada tanaman di sekolah Ibu, tapi jenisnya tidak sebanyak di sini. Kan ini juga untuk pembelajaran anak”. Lalu saya melirik bapak penjualnya yang memang kelihatan gak suka kalau kita di situ, “Saya mohon maaf kalau kami di sini mengganggu. Permisi”. Agak gimana juga, padahal kita ke situ gak cuma mau tanya-tanya ngrusuhi Bapaknya, tapi juga mau beli taneman *menyipitkan mata*.

Destinasi kedua kita ke Pasar Kembang.

kemDi sini saya langsung keinget sama telenovela Rosalinda. Haha. Habis bunga mawar di mana-mana. Yang lucu di sini adalah ketika cahbocah tanya sama penjual bunganya, “Bu, bunga ini fungsinya buat apa?” Dan Ibunya menjawab,”Nggo nembak cewek”. Haha. Saya mbatin ketawa.

kembang

The Chick Story : 1st Week

Kamis

Kamis kemarin Barito berduka. Si Kuning, salah satu dari ayamnya cahbocah barito telah menghadap Yang Maha Kuasa *tear*. Hasil otopsi mengatakan bahwa dia meninggal karena kedinginan dan kondisi tubuh yang ngedrop.

IMG_20150115_144349

Beriring gerimis, cahbocah Barito menguburkannya di samping sekolah. Bahkan Fahri dan Elang sempat menyolatkannya. Sandy juga langsung nyari bunga untuk ditaburi di makam si ayam *geleng-geleng kepala saya*.

IMG_20150115_141444

Jum’at

2015-01-14 15.00.28

Ayam cahbocah gugur satu lagi, kali ini Si Merah yang menyusul menghadap Yang Maha Kuasa. Indikasi masih sama seperti kemarin. Efek kedinginan.

2015-01-16 08.44.22

Supaya kejadian ini tidak terulang lagi, maka kami memutuskan untuk membuat penghangat untuk mereka, dengan memasangkan lampu di kandang ayamnya. Juga memberikan vitamin yang dilarutkan di air minum mereka supaya daya tahan tubuhnya kuat. Berharap mereka akan baik-baik saja.

2015-01-16 11.20.44

Sabtu. Pagi tadi.

Sebelum berangkat nemenin cahbocah kelas 4 outing ke Pasar Nongko dan Pasar Kemang. Tasi saya mengecek keadaan ayamnya cahbocah Barito dulu. Agak sedih juga, ternyata ada satu ayam yang terlihat sedang sekarat, Si Oren. Entah karena kedinginan atau apa, masih belum pasti penyebabnya. Tapi ditemukan luka di sayap kirinya *tear*.

Siangnya, sepulang dari ­outing¸keadaan Si Oren masih sama seperti tadi pagi. Masih lemah tak berdaya. Kasihan sekali dia. Tapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sepertinya kelas Barito akan berduka lagi *tear*

Diary Ayam Part 2

Selasa, 13 Januari 2015.

Hari yang ditunggu-tunggu.

Hari Selasa ini tidak berjalan sesuai rencana. Awalnya kita berencana outing  ke Pasar Pahingan Tanjung pakai sepeda. Sok yes, mau sepedaan bareng-bareng. Tapi apa daya, hanya Frinda yang membawa sepeda ke sekolah. Sedangkan di sekolah juga hanya terdapat sepeda-sepeda besar yang tidak bisa dipakai oleh cahbocah Barito. Alhasil, kita gak jadi sepedaan ke Pasar Tanjung *tear*

Setelah menimbang-nimbang dari beberapa usulan, akhirnya diputuskanlah untuk mendroping cahbocah ke Pasar Tanjung. Saya, Mas Rahmad, dan Mas Jefri bertugas mengantar-jemput cahbocah.

Misi kali ini yang harus dikerjakan cahbocah adalah mendata semua hewan yang dijual di Pasar Itu dan mencari tahu berapa harga hewan-hewan tersebut. Serta, misi penting yang harus dilakukan adalah, membeli 2 ekor anak ayam warna-warni, untuk dipelihara di sekolah.

Cahbocah terlihat bahagia melaksanakan misi ini. Ini kalau difilm soundtracknya pakai lagunya Sherina yang liriknya, “Senang, riang, hari yang kunantikan. Kusambut, ‘Hai’ pagi yang cerah..” *lupa judulnya*

ayam

Disana kami melihat banyak sekali hewan. Ada kura-kura. Ada berbagai macam ikan, berbagai macam burung, berbagai macam ayam, dan kelinci.

Seneng ngelihat cahbocah excited sama misi kali ini. Apalagi ketika mereka ngelihat anak kura-kura yang di jual sama si Bapak penjual ikan. Waaaa.. langsung pada ngerubung dan berebut megang kura-kura. Juga pas mereka heboh mau beli anak ayam warna-warni (Rp 10.000 dapat 3, dikira harganya Cuma Rp 1000an). Sampai-sampai mereka lupa sama tugas mereka, udah terlanjur asik sendiri sama ayamnya. Haha. Kecuali Sandy, Elang, sama Fahri yang masih gigih menyelesaikan tugas.

ayam1