No Title.

Tulisan ini ditulis setelah saya sampai di kos temen saya (habis gembel sampai pagi di McD gegara gak bisa masuk kos karena temen saya sudah ketiduran). Mungkin karena habis gembel dan kurang tidur membuat saya jadi suwung dan berujung pada “kok tiba-tiba saya kangen sama temen paling seiring sejalan sama saya“. Sebenarnya baru kemarin juga dia mengirimi saya pesan singkat, ketemu juga terakhir sebulanan lalu sepertinya, rumah juga sebenarnya gak jauh jauh amat paling juga cuma satu sampai dua jam perjalanan aja, tapi rasanya “jarak” kita itu amat sangat jauh.

Dulu saya pikir kita dekat karena kita punya banyak kesamaan dan kesukaan yang sama, tapi lama kelamaan saya berpikir lagi, apa memang saya benar benar suka semua hal itu atau saya hanya terseret arus si temen saya itu? Bahkan sempat beberapa waktu yang lalu dia juga bertanya pada saya, “koe seneng dolan dolan neg candi goro goro aku to?” Dengan sekenanya saya jawab, “kok koe reti? Ohh iyo koe kan tahu segala hal nomer 1” Tapi dari pertanyaannya membuat saya berfikir lagi, apa memang seperti itu?

Dan pagi ini, setelah empat hari nginep di Jogja buat acara WMM Expo 2016, setelah bertemu dan ngobrol dengan sekian banyak orang-orang keren. Saya mulai paham, alasan kenapa saya masih merasa hampa beberapa tahun belakangan ini padahal saya berada di wilayah yang memang itu “saya banget”. Semua karena pikiran pikiran saya yang tiap saya melakukan hal-hal yang saya sukai lalu tiba-tiba kepikiran “iki aku mesti kegowo dheke” yang berujung kalimat “aku seneng ngene iki mesti goro-goro dheke. Terus aku ki asline ki seneng opo sih?” jadi ter mind set dalam diri saya. Dan ber-ending segala hal yang saya lakukan jadi hanya setengah setengah, dan akhirnya kepuasan yang saya dapatkan juga tidak sepenuhnya hingga menyisakan ada secerca rasa hampa di dada #asekk bahasa saya, haha.

Tapi sekarang saya tahu, Allah mempertemukan saya dengan dia itu untuk menunjukkan pada saya bahwa, “kamu akan menemukan kamu dari dia“.

Mungkin jika dulu kami tidak dipertemukan, mungkin saya tidak akan menjadi saya yang sekarang ini.

Temen saya itu sebenarnya jauh lebih cerdas dari saya. Jauh. Bahkan saya sering membandingkan dia dengan kepsek saya, haha. Menurut saya, mereka berdua itu hampir mirip pemikiran, cara pandang, gaya gayanya,  semuanya tapi kalau kepsek itu seperti versi temen saya yang jadi orang maju, yang mau melangkah, yang ada eksekusinya gak cuma sekedar pemikiran aja.

Ya sudahlah.. pokoknya intinya saya cuma mau cerita kalau saya kepikiran kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s