Mbolang @Pasar Kembang

Tadi saya nemenin cahbocah kelas 4 outing ke Pasar Nongko sama Pasar Kembang. Karena mobilnya gak muat, alhasil saya, Mbak Ida, sama mbaknya Dhuril (Dila kalau gak salah namanya), kita motoran. Berasa jadi paspampers ini. Jadi pengawalnya cahbocah.

Di jalan Mbak Ida cerita soal Mas jefri. Dari A sampai Z. Sesekali juga cerita jaman Mbak Ida masih kuliah. Sambil dengerin Mbak Ida yang cerita *berasa didongengin* saya jadi kepikiran, “Seru deh, bisa nikah sama orang yang sejiwa, sepemikiran, seselera, seminat. Bisa kerja bareng-bareng, bener-bener ngerintis mimpi dari nol bareng-bareng. Duhh..”. *oke abaikan*

Sampai di tujuan pertama, yaitu Pasar Nongko. Saya teringat ketika dulu sama temen-temen kuliah blusukan ke sini buat nyari media tanam buat tugasnya Bu Novi. Ahhh.. masa lalu.

pasar nongko

Di sini cahbocah dapet tugas buat observasi semua tanaman yang ada di sini, namanya, jenisnya, harganya, dll. Yang agak gimana adalah ketika si Abi mau beli bunga. Dia itu gengsinya kayaknya tingkat dewa deh. Abi pengen beli anggrek. Yang harganya sekitaran Rp 100.000an ke atas. Gak saya ijinin. Kan juga dari awal udah di kasih tahu maksimal uang yang dibawa itu Rp 15.000. Toh kalau mau beli bungakan juga masih banyak bunga bagus-bagus yang gak segitu pula harganya. Cahbocah yang lain pada sumringah, excited banget mereka mereka cerita kalau berhasil menawar harga, ada yang harga awalnya Rp 30.000 ditawar jadi Rp 25.000, ada yang Rp 10.000 jadi Rp 7.500, ada yang dikasih murah terus di suruh doain penjualnya biar bisa naik haji. Saya sama Mbak Ida cuma senyum-senyum, padahal itu kalau ditawar lebih rendah lagi pasti juga di kasih *jiwa mbok-mbok mulai keluar*.

Lagi. Ada ibu-ibu pembeli yang protes sama kita. Ibunya bilang, “Mbak apa di sekolah itu gak ada tanaman kaya gini to? kok pada ke sini ki? Kan kasian penjualnya, kalau tanamannya dipegang-pegang sama anak-anak”. Saya jawab pakai senyum, “Ada tanaman di sekolah Ibu, tapi jenisnya tidak sebanyak di sini. Kan ini juga untuk pembelajaran anak”. Lalu saya melirik bapak penjualnya yang memang kelihatan gak suka kalau kita di situ, “Saya mohon maaf kalau kami di sini mengganggu. Permisi”. Agak gimana juga, padahal kita ke situ gak cuma mau tanya-tanya ngrusuhi Bapaknya, tapi juga mau beli taneman *menyipitkan mata*.

Destinasi kedua kita ke Pasar Kembang.

kemDi sini saya langsung keinget sama telenovela Rosalinda. Haha. Habis bunga mawar di mana-mana. Yang lucu di sini adalah ketika cahbocah tanya sama penjual bunganya, “Bu, bunga ini fungsinya buat apa?” Dan Ibunya menjawab,”Nggo nembak cewek”. Haha. Saya mbatin ketawa.

kembang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s