Diary Ayam Part 1

Tadi pas ngecek FB tiba-tiba lihat status Umi Frinda soal tugas kandang ayamnya Frinda.

SC20150115-183356

“Teringat saat Frin mendapat tugas membawa kandang ayam untuk merawat ayam di sekolah. Bersama abi ia membuat kandang dr kardus. Pagi harinya sewaktu sampai di sekolah, ternyata kandang milik teman2 nya bagus2 terbuat dari bambu. Dia pun mengkeret. Alhamdulillah gurunya membesarkan hatinya, dan siang sesampai di rmh bercerita dg ceria tentang kandang kardusnya yg sekarang dihuni si anak ayam warna hijau n merah”

Terus saya jadi kepengen cerita deh.

Minggu kemarin ada PR untuk cahbocah Laskar Barito, yaitu membuat kandang ayam bersama orang tua, bukan meminta orang tua untuk membuatkan kandang. Tapi Membuat bersama orang tua, work with parent.

Rencananya, kandang itu akan dipergunakan cahbocah untuk beternak ayam di sekolah, karena memang tema untuk beberapa minggu ke depan adalah “ayam”.

Senin pagi saya baru membuka HP, ternyata ada whatsapp dari Mr.Kepsek. Ada kiriman foto Fahri yang sedang menggergaji kayu, membuat kandang ayam. Pagi-pagi melihat foto itu membuat saya senyum-senyum sendiri. Duhhh.. betapa kerennya cahbocah Barito.

IMG-20150111-WA0000

Sepanjang perjalanan ke sekolah saya sudah senyum-senyum terus. Sudah tidak sabar melihat hasil karya kandang mereka.

Sampai di sekolah saya sudah di sambut tumpukan kandang yang berjejer di depan perpus. Waaaa.. kandangnya pada keren-keren. Kandang Fahri yang langsung bisa saya kenali, paling besar adalah kandang milik Ridwan, Sandy dan Galang kandangnya lumayan besar dan rapi, Elang bawa kandang burung (dari awal Elang sudah bilang kalau dia punya kandang burung di rumah yang gak dipakai, makanya mau dipakai buat kandang ayam aja), kandang Rasya paling unyu-unyu karena bentuknya keren, kandang Frinda paling safety karena terbuat dari kardus yang gak akan bisa bikin ayam-ayam melarikan diri. Tak berapa lama, Tyas datang bersama bundanya dengan membawa sebuah kandang dari kayu. Langsung saya sambut dengan pertanyaan, “Hayo, ini kandang yang buat Tyas apa Bunda?” Sambil senyum-senyum ala Tyas menjawab, “Yang buat aku dibantuain Bunda kok”. Cieee.. Good job Tyas! Ada satu yang belum, kandang punya Fauzan. Tapi Fauzan tidak masuk sekolah, baru uhuk-uhuk kata mbaknya, si Anisa.

Pagi itu semua anak Barito terlihat sumringah dengan terus membicarakan tentang kandang mereka. Tapi ada satu anak yang agak merasa minder kayaknya, si Frinda. Dia merasa kandang teman-temannya lebih baik dan lebih bagus dari miliknya. Abi Frinda pun juga sempat berpesan pada saya dan Mbak Yul untuk menguatkan Frinda supaya tidak berkecil hati. Alhasil kami (saya dan Mbak Yul) hari itu berusaha menguatkan Frinda dengan berkata, “Kalau kita yang disuruh bikin kandang. Kita bikinnya dari kardus. Soalnya yang paling aman dan gak ribet. Gak usah nyari kayu, gak usah nyari paku, tinggal dibolong aja, udah. Selesai”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s